Rekaman jejak pencapaian masa depan

Kisah Seorang Hamba

Adzan shubuh sayup-sayup berkumandang dari Masjid dekat kostanmu

Suaranya mendayu syahdu,, lembut menyapa setiap insan di lelap tidurnya

Agar segera menemui sang Khalik, menghambakan diri dengan penuh keikhlasan.

.

Namun apa yang kaulakukan?

Menarik selimut dan menikmati lantunan adzan sebagai pengantar tidurmu kembali.

Oh,, malaikat di samping kananmu berkata

“Hei, apa kau tak mendengar adzan shubuh, Asholatu Khairu Minannaum. Sholat lebih baik daripada tidur. Ayo bangun, lekas Wudhu, dan kalahkan rasa kantukmu!!”

Tapi di sisi kiri, ada godaan yang lebih kuat, siapa lagi kalau bukan syaiton laknat

“Ah,, ini masih malam, kalau kau wudhu, nanti kau kedinginan, lagipula meneruskan tidur sebentar tidak apa sampai adzan itu selesai lah”.

Dan bisa tebak siapa yang menang?

Ya, godaan dan rayuan syaiton ternyata lebih ampuh mempengaruhimu

Kamu pun  kembali terlelap dalam buaian mimpi-mimpi semu.

Ketika terbangun, sudah jam 6 pagi.

Kamu pun terhenyak dan langsung mandi karena khawatir terlambat kuliah

Shubuhmu kau lewatkan

“Yes”, syaiton bersorak,, “Aku menang”.

Siang hari, seperti biasa kamu menjalankan rutinitas kuliah

Dari masjid kampus terdengar “Allahu Akbar Allahu Akbar”

“Ya, waktu adzan dzuhur telah tiba”.

Namun saat itu kamu sedang mengerjaan tugas yang belum rampung untuk dikumpul 1 jam lagi

Kembali bisikan laknat terngiang di telingamu

“Ayolah, selesaikan dulu tugasmu, nanti kau dihukum dan IPK mu akan turun”.

Tetapi dalam hati kecilmu ada yang berbisik

“Apa yang kau lakukan, apakah kau tidak ingat siapa yang menciptakanmu, dan memberimu rezeki hingga bisa meneruskan kuliah dan berada di kampus ini sebagai mahasiswa?. Ayo cepat laksanakan kewajibanmu, sang kekasih sudah rindu dan memanggil, agar kau menumpahkan cinta pada NYA”.

Dan apa yang kaulakukan?

Fikiranmu sedang berkecamuk, karena tugas yang belum selesai, dan dikumpul beberapa jam lagi..

Akhirnya kauu terhanyut dalam tugasmu, tak lagi ingat akan kewajibanmu sebagai seorang muslim, sekaligus hambaNYA.

Dan ketika kamu telah selesai mengerjakan tugas, sayup sayup terdengar

“Hayya ‘Ala Sholah”.

Kamu terkejut, suara adzan?, apakah sudah ashar?, segera kaulihat arlojimu, dan benar sudah masuk waktu ashar,,

“YEAH”, lagi-lagi syaiton laknatullah bersorak kegirangan, karena telah berhasil melalaikan salah seorang manusia,dan itu adalah kamu

“Astagfirullah”, hanya kata itu yang keluar dari mulutmu, penyesalan sesaat

Tapi kamu tidak lantas segera bangkit untuk menunaikan kewajibanmu,

Kamu berlari ke ruang dosen untuk mengumpulkan tugasmu, setelah itu perutmu terasa keroncongan

Dan kamu pun bergegas ke kantin

Ya, kali ini pun kamu lupa bahwa 2 waktu sholat wajib telah kautinggalkan begitu saja.

Mentari di luar sana perlahan membenamkan diri di ufuk barat

Semburat cahaya jingga menghiasi langit sore itu

Menaungimu saat berjalan menuju sekret BEM untuk menghadiri rapat seusai kuliah.

Sepanjang jalan kamu merasa ada yang mengawasi dan memperhatikanmu

Tapi kamu tak bisa melihat, hanya dapat merasakan

Seketika kamu merasa sangat hampa dan sepi

Saat itu kamu masih tak menyadari bahwa rasa itu datang karena kelalaianmu dalam memenuhi kewajiban maha penting sebagai seorang hamba.

Ya, kamu telah melalaikan sholat

Namun perasaan itu hilang saat kamu tiba di sekret dan berjumpa dengan kawan kawan satu organisasi

Kamu kembali bercengkrama dengan mereka

Hingga hampa dan sepi tadi lenyap seketika

Ketika sedang asik bercakap, karna rapat belum dimulai

Dari suara radio di sudut sekret terdengar adzan maghrib berkumandang

“Hayya ‘alal falah”

“Teman-teman mari kita sholat dulu bergantian”, salah seorang temanmu mengingatkan.

Kamu yang saat itu tengah asyik  mengobrol, tidak menghiraukan ajakannya

Kebetulan kamu sedang berbincang dengan rekanmu yang bukan muslim,

Sehingga dia tak mengingatkanmu untuk bergegas menunaikan kewajiban.

Menit demi menit pun berlalu,,

Tak terasa rapat telah selesai tepat ketika adzan isya berkumandang

Seketika kau merasa hatimu dingin dan beku

Kau pun baru sadar bahwa waktu magribmu tlah terlewat

Kau menepuk kepalamu keras sekali, lagi-lagi sebuah penyesalan semu

Karna setelah itu kau diajak kawanmu untuk pergi ke bioskop, film terbaru dan seru katanya

Kau pun kembali terlena indahnya dunia, lupa bahwa sang Maha pencemburu sedang mengawasimu.

Kau pulang dari bioskop tepat jam 12 malam

Sendiri kau susuri gelapnya malam menuju kostmu

Tiba di depan gang, kumpulan orang ramai di sebelah rumah kost

Kau pun kebingungan ada apakah gerangan?

Orang – orang menangis dan berwajah muram berpakaian serba hitam

Sebuah bendera kuning terpancang di pagar

Kau pun penasaran dan segera menuju keramaian.

Ternyata seseorang tetanggamu yang baru saja meninggal

Seketika tubuhmu terkulai lemas, wajahmu memanas,

Butir-butir air mata mengalir tak terbendung

Penyesalan besar menghujam hatimu

Jiwamu kembali terasa hampa dan kosong

Tersadar seharian ini kau telah meninggalkan semua kewajiban untuk bertemu Sang Khalik.

Bergegas kau menuju masjid terdekat

Sejuknya air wudhu membasuh wajamu yang sedari shubuh tak pernah kau cuci

Kesejukan itu terus mengalir mebasahi jiwa dan hati yang kerontang

Segera kau jemput rindu – rindu yang sempat kau lupakan

Sujud bersimpuh memohon ampun dan taubat.

Dengan linangan air mata, kau tadahkan tangan mengharap pengampunanNYA

Terbata – bata kau ucapkan “ Ya Rabb,, Ampuni Hamba yang sangat lalai dan penuh kealpaan,

Terbuai kesibukan dunia dan rayuan syaiton jahannam, hingga ku melupakan kewajiban untuk berserah, berpasrah menghadapMU..

Ya Ghofur,, dosaku tak termaafkan, tapi izinkanlah hamba kembali merangkul kasih dan menjemput ridhoMU di malam penuh kerinduan ini,,

Ya Rabb.. Hamba sadar hidup ini hanya sementara,, dan kehidupan abadi adalah di akhiratmu Maka ampuni dan berikan hamba kesempatan untuk memperbaiki diri

Ya Illahi,, Rindu ku akan kasih sayang dan CintaMU”.

Dan di sana.. di arsy NYA

Sang Maha Pemilik Cinta tersenyum melihatMU,,

_Ci2T_ (14122009)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: