Rekaman jejak pencapaian masa depan

“Ita dan Cicit, aden malam ini mau dibawa ke RS lagi.. Abis kejang-kejang lagiii.. Doain ya..”

30 Des 2013, Pukul 20.09 WIB, Pengirim : Brogie.

Sebuah sms dari a eggie / agie (gitaris edcoustic), membangunkanku yang sedang terbaring karena sakit dari siang kemarin..

Semanjak pagi kemarin, agie memang telah memberitahukan kondisi a’den yang sudah parah, sampai tidak bisa berjalan. Saat mendapat kabar sakit pagi itu, saya hanya bisa mendoakan, karena posisi sudah tidak berdomisili di bandung lagi…

Mungkin belum terlalu lama saya mengenal A’den.. Tapi rasa kebersamaan dan persaudaraan di hati ini seperti sudah bertahun tahun mengenal beliau. Pertama mengenal A’den saat tampil bersama edcoustic di kampus IPB, Bogor di akhir tahun 2008. Posisi saya saat itu adalah sebagai ‘fans’ yang mengagumi karya-karya beliau. Setelah itu komunikasi mulai dilakukan di blog. A’den sangat suka bercanda dan celetukan celetukan komennya di blognya membuat saya merasa mudah akrab dengannya.

Skenario Allah mendekatkan saya dan edcoustic. Saya diamanahkan menjadi koordinator edfriends (nama untuk sahabat2 edcoustic) di wilayah bogor. Setelah itu, project islamic book fair bersama EO Syakaa dan agie semakin mendekatkan saya dan EDC. Kemudian saat saya melanjutkan studi di Kota Bandung (Kotanya Edcoustic), saya pun diajak bergabung bersama tim manajemen pada pertengahan tahun 2010, dan diamanahkan untuk mengurusi jejaring sosial (fanpage fb & Twitter edcoustic).

Kehangatan dan kekeluargaan berada di manajemen edcoustic membuat saya betah untuk terus bergabung disana.

A’den adalah seorang yang multi talent, bakatnya di dunia seni sudah tidak diragukan lagi. Karya-karya beliau sangat menyentuh dan mengena di hati. Selain menulis lagu dan menyanyikannya. A’den juga memilki talent di dunia penulisan. Beliau sudah menulis sebuah novel berjudul ‘Azalia’. Tulisan-tulisan insipratif dari beliau juga bisa dibaca di situs resminya : http://adenlife.com/

A’den yang kukenal adalah seseorang dengan sejuta mimpi. Seorang pekerja keras yang cerdas. Seorang pemimpin yang tegas. Seorang ayah yang penyayang. Seorang kakak yang perhatian. Seorang motivator yang menggugah. Seorang sahabat yang pandai menghibur. Seorang pendengar yang asik diajak curhat. Seorang insan yang pantang menyerah. Seorang manusia yang tak mudah mengeluh. Seorang konsultan percintaan yang luar biasa. Ah, begitu banyak kebaikan yang ada pada dirimu aden.

Semenjak bulan oktober, kondisi kesehatannya mulai menurun. Diagnosis awal oleh dokter adalah maag akut. Sampai 2 kali a’den sempat dirawat di rumah sakit. Saat keluar dari RS untuk kedua kali, kondisi beliau sudah mulai membaik. Terakhir kali bertemu beliau, ketika saya menjenguk di rumahnya pada 13 desember 2013, beliau sudah bisa makan coklat dan mengobrol. Saat itu a’den sedang melakukan terapi obat herbal. Bahkan pada tanggal 21 Desember, a’den sempat menyempatkan silaturahim dan tampil dalam acara konser di kota Medan. Terakhir kali saya mendengar suara a’den, saat beliau menelpon dan memberitahukan tentang rencana-rencana persiapan keberangkatan ke medan. Saat itu suara beliau sangat ceria dan bersemangat.

Setelah itu kondisinya mulai menurun lagi. Menurut hasil ct scan, ada virus tokso di otak beliau. Sampai akhirnya kemarin malam, 30 desember 2013 ba’da isya,, beliau meninggal dunia di usianya yang terbilang masih muda, 34 tahun.

A’den saat menulis ini, air mata ini tidak bisa berhenti mengalir… Teringat binar matamu saat kau berceloteh tentang rencana keberangkatanmu nanti saat menghadiri acara pernikahanku.. Namun sekarang ini hanya akan menjadi mimpi.. Di acara bahagiaku nanti, kau sudah tidak ada di sisi… 😥

A’den, kami semua sayang padamu. Namun, Allah SWT lebih lebih sayangnya kepadamu A’den. Sehingga kau dipanggilnya dengan begitu cepat.

A’den, ragamu memang sudah tidak ada di dunia, namun karyamu tak pernah mati, kan kekal abadi di hati kami…

Terimakasih untuk kenangan2 indah yang tak terlupakan, terimakasih untuk karya-karyamu yang inspiratif..

Kepada teman-teman yang menghubungi saya, terimakasih banyak atas do’a-do’anya untuk almarhum a’den..

Selamat jalan ADEN, “SuperDen”, Sang Maestro…

we love u ADEN

we love u ADEN

Iklan

Comments on: "ADEN, “SuperDen” Sang Maestro" (8)

  1. Semoga Allah memberikan tempat sebaik2nya tempat di sisi-Nya dan karya2nya menjadi amal jariyah untuknya.. Aamiin…
    😦

  2. Nuur Al-Fithroh said:

    terharu.. 😥

  3. semoga a’den diterima disisi ALLAH SWT ditempat yang paling baik… terimakasih a’. sangat terenyuh hati ini mendengar kepergianmu… selamat jalan sahabat

  4. amat merasa kehilangan…
    selamat jalan kang aden… 😥

  5. Subhanallah…terharu,,smg smw amal ibadah Almarhum semasa hidup didunia diterima olh Allah, dilapangkan dan diterangkan alam kuburnya..dn utk klwrga terutama istri dan anknya di brkn kesabaran…sy sempat sepanggung dg almarhum ketika acara di Kuningan…kenangan yang takkan sy lupakan. 😥

  6. Ust. Jefri_Aden Edcoustic_Maher Zaen … ( Ya Rabb, yang terakhir sisakan dulu, sampai saya meninggal lebih dulu … gk kuat !! ) T_T

  7. Subhanallah … Terus tabah kak 🙂 Insya Allah dibalik semua ini ada hikmah, giliran kita melanjutkan perjuan dan visi misi mulia Kang Aden untuk berkarya demi kemashlahatan umat. Allahu Akbar!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: