Rekaman jejak pencapaian masa depan

Archive for the ‘Islamic’ Category

Video Klip KAU DITAKDIRKAN UNTUKKU (Edcoustic)

18 September 2013…

Pagi itu, saya berangkat dari kosan di kawasan dago ke arah sadang serang. Mau ketemuan sama teh ita, agie dan (alm) aden yang datengnya barengan dari arah antapani… Hari itu adalah jadwal pembuatan video klip single hits di album ketiga edcoustic yang berjudul “Kau Ditakdirkan Untukku”. Lokasi pembuatan vidklip ini di daerah cigadung… Sebelum nyampe lokasi, mampir dulu di ****mart buat beli sarapan kita berempat..

Pemandangan d lokasi ternyata natural, indah n sejuk banget… Sampai disana, EDC langsung ganti kostum. Setelah rapi jali pake koko putih dari shafira, selagi crew lagi nyiapain peralatan buat vidklip, langsung deh pepotoan dimulai 🙂

Before Shooting

Before Shooting

Edc shootnya 2 kali. Yang pertama di  luar  ruangan (semacem pendopo gitu), pake baju koko putih seperti gambar di atas. Satu lagi di dalam ruangan, pake baju koko kuning dan merah ati. Proses shooting sendiri memakan waktu sekitar 12 jam dari jam setengah 8 pagi sampai setengah 8 malam.

Saya dan teh ita pun tetiba diajak ganti kostum oleh kang syam (zoya music fatory) untuk menjadi figuran pas ambil gambar prosesi akad nikah :D… Di sela-sela waktu pengambilan video kita menyempatkan diri untuk bernarsis ria, karena tempatnya yang unik…

Akting sama t ita dan alm a'den

Akting sama t ita dan alm a’den

Ceritanya lagi ngobrol2 cantik :p

Ceritanya lagi ngobrol2 cantik :p

 

Shooting VidKlip

Shooting VidKlip

Video Klip ini merupakan kerjasama antara Edcoustic, Inteam (Malaysia) dan Zoya Music Factory…

Selamat menikmati videoklipnya ya 🙂 (klik link di bawah ini)

http://www.youtube.com/watch?v=ydbr5IgPb2g

Saat pembuatan VidKlip ini kondisi (alm) aden masih sehat dan segar…

Terimakasih A’den atas karya2nya yg luar biasa dan inspiratif…  Semoga A’den senantiasa berada dalam naungan CintaNYA… 🙂

The Power of Dream (Part-2)

Image

Kira2 Setahun yang lalu, saat Maher Zain pertama kali melakukan konser di Indonesia, pengen banget nonton.. Tapi berhubung isi dompet ga mendukung.. Cuma bisa berdo’a smoga ada kesempatan untuk bisa nonton konsernya…

Setahun kemudian, tepatnya kemarin, jum’at 5 Oktober Alhamdulillah diberi kesempatan menyaksikan konser yang bertajuk ‘forgive me’ di Sabuga… Dan Alhamdulillahnya lagi,, nontonnya gretong alias gratisss karena dapet name tag ini nih :Image

Name tag sakti bertuliskan ‘Artist’ ini yang bikin gw bisa nonton gretong.. hehe.. Berasa artis beneran padahal kan artisnya 2 orang ini :

Image

EDCOUSTIC jadi opening act di acara konser bro maher malam kemaren. Dan 3 orang crew diperbolehkan masuk dan of course free for watch perform.. Alhamdulillah yah… The Power of dream n do’a :D..

So keep dreaming friends :).. INSYA ALLAH ADA JALAN…

Doa akhir tahun dan awal tahun baru Islam (Hijriyah)

Do’a akhir tahun

Doa Akhir Tahun

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim

Wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.

Allaahumma maa ‘amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa’adtani ‘alaihits-tsawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha’ rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihii wa sahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.
Do’a awal tahun
Doa Awal Tahun
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa ‘alaa fadhlikal-‘azhimi wujuudikal-mu’awwali, wa haadza ‘aamun jadidun qad aqbala ilaina nas’alukal ‘ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni
ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa ‘aalihi wa shahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.

AMALIYAH & KE ISTIMEWAAN BULAN SYA’BAN YG PENUH BERKAH DARI LANGIT

Rosululloh bersabda : Rajab adalah bulan Alloh, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan ummatku.

Tiga rangkaian bulan tersebut selalu di jadikan acuan utk meningkatkan ibadah kpd Alloh SWT.

Banyak Hadits Rosululloh yg menganjurkan memperbanyak ibadah di bulan tersebut.

Bulan Sya’ban adalah menjadi persiapan terakhir bagi kita utk memasuki bulan suci Ramdhan, oleh karena itu sudah selayaknyalah kita memberikan perhatian khusus kepada bulan Sy’aban, agar kita nantinya di bulan Ramadhan tdk merasa kaget dg banyaknya rutinitas ibadah, terporsirnya waktu dan tenaga utk beribadah baik di siang maupun malam harinya, agar di bulan Ramadhan nanti lebih mantap dan terasa ringan dalam beribadah.

 

MAKNA SYA’BAN

Ibnu Manzhur dlm kitab Lisan al Aroby mengatakan, bulan Sya’ban dinamakan Sya’ban karena ia adalah sya’ab, artinya

“ menonjol “, di antara 2 bulan, yakni Rajab dan Ramadhan.

Dalam Kitab Raudloh al Ulama’ di riwayatakan oleh Rosululloh SAW menerangkan, tentang makna Sy’aban, bahwa di namakan Sya’ban karena, pada bulan itu terdapat tasya’ub ( bercabang-cabang ) kebaikan yang banyak.

 

KEMULIAAN BULAN SYA’BAN

Di Dalam Bulan Sya’ban, terdapat saat yang sangat istimewa, yaitu malam Nisfu Sya’ban ( yakni di tanggal 15 Sya’ban ). Malam Nisyfu Sya’ban adalah malam yg mempunyai kelebihan di banding dg malam-malam yg lainnya.

Imam Ahmad dan Daruqutni meriwayatkan, bahwa Rosululloh bersabda : “ Sesungguhnya Alloh SWT memberikan Rahma-Nya ke langit dunia pada malam nisyfu sya’aban. Maka diberi-Nya ampunan yg lebih banyak dari pada bulu kambing bani kalb.

Dari Abu Hurairoh, ia berkata, “ telah bersabda Rosululloh SAW, “ Jibril pernah datang kpdku pada malam nisyfu sya’ban, seraya berkata. “ wahai Muhammad inilah malam yg di bukakan padanya pintu-pintu langit dan pintu2 rahmat. Maka bangunlah engkau, shalatlah dan angkatlah kepalamu serta kedua tanganmu ke langit. Lalu aku bertanya. “ wahai jibril, malam apakah ini. ? Ia menjawab : inilah malam yg di bukakan kpdnya 300 pintu rahmat. Maka Alloh mengaruniakan ampunan bagi segenap mrk yg tdk menyekutukan Alloh dg sesuatu, org yg menjadi tukang sihir, tukang tenung, org yg bermarah2an, org yg mengekalkan minum khomer, org yg mengekalkan zina, org yg makan riba, org yg durhaka kpd ortunya, tukang mengadu domba, dan org yg memutuskan tali silaturrahmi.

Maka sesungguhnya mrk itu tdk di ampuni hingga mereka bertaubat dan meninggalkan perbuatan tersebut. “ Kemudian Rosululloh pun keluar rumah, lalu sholat dan menangis dalam sujudnya dan mengatakan : “ Ya ilahi…sesungguhnya aku berlindung kpd-Mu dari siksa-Mu, dan kemurkaan-Mu. Dan tdklah dapat menghinggakan pujian atas-Mu. Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Maka bagi-Mu lah pujian hingga Engkau Ridlo.

 

AMALAN DI BULAN SYA’BAN

1. Perbanyak Sholat Sunnah

2. Membaca Istghfar, Tasbih, dan Sholawat setiapa malam

3. Memperbanyak Sedekah kpd Yatim Piatu dan Fakir Miskin

 

sumber : http://majelisvirtual.com/2010/07/14/amaliyah-ke-istimewaan-bulan-sya%E2%80%99ban-yg-penuh-berkah-dari-langit/

Cinta Sebagai Fondasi Ibadah

Oleh Prof Dr KH Said Aqiel Siradj

Cinta adalah kehidupan. Kala cinta hilang dari jiwa seseorang, ia bagaikan hidup dalam kematian. Cinta adalah cahaya. Kala cinta hilang dari hati seseorang, ia bagaikan dalam kegelapan.

Cinta laksana obat penawar. Kala tak ada cinta, hati akan ditimpa penyakit. Cinta adalah nikmat. Jika seseorang tidak meraihnya, hidupnya penuh kegelisahan. Cinta Allah kepada manusia tak terpisah dari cinta manusia kepada-Nya.

Alquran menegaskan, “Hai orang-orang yang beriman. Barang siapa di antara kamu murtad dari agamanya, Allah akan mendatangkan golongan lain. Ia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.”

“Rendah hati terhadap sesama Mukmin, dan bersikap keras terhadap orang kafir. Berjihad di jalan Allah, tiada takut akan celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang akan diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah meliputi segalanya dan Ia Mahatahu (QS al-Maaidah [5]: 54).

Mukmin mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada apa saja. Orang beriman mencintai Allah tanpa pamrih. Cinta mereka lahir dari bukti-bukti yang mereka yakini serta pengetahuan tentang sifat-sifat-Nya.

Alquran menyebut cinta, hubb dan derivasinya 83 kali, sedangkan lawannya, benci, bugd-bagda’ sebanyak lima kali. Kata yang berdekatan dengan bugd ialah sukht, disebut empat kali; lawan katanya rida, terulang 73 kali. Hubb dan mahabbah seakar dengan habb yang artinya biji atau inti. Hubb disebut habbat al-qalb, biji atau inti hati, karena keserupaan aktivitasnya.

Dalam Alquran, perasaan cinta antara lelaki perempuan disebut dengan istilah mawaddah, rahmah (QS [30]: 21), syaghafa (QS [12]: 30), mail (QS [4]: 129), dan hubb-mahabbah (QS [12]: 30). Istilah yang berbeda-beda itu menunjuk pada mendalam dan ragamnya cinta.

Cinta memang memiliki dimensi yang sangat luas dan mendalam. Cinta dalam bahasa Arab diungkap dalam tiga kelompok karakteristik, yaitu apresiatif (ta`dzim), penuh perhatian (ihtimaman), dan cinta (mahabbah). Ketiganya itu terkumpul dalam ungkapan mahabbah, orangnya disebut habib, habibah, atau mahbub.

Secara lebih spesifik, bahasa Arab menyebut dengan 60 istilah jenis cinta, seperti `isyqun (dalam bahasa Indonesia menjadi asyik), hilm, gharam (asmara), wajd, syauq, lahf, dan sebagainya. Tetapi, Alquran hanya menyebut enam term.

Dalam tasawuf, kecintaan kepada Allah adalah puncak perjalanan manusia, puncak tujuan seluruh maqam. Setelah mahabbah (cinta), tak ada lagi maqam lain kecuali buah mahabbah itu, seperti syauq (kerinduan), uns (kemesraan), dan rida. Tidak ada maqam sebelum mahabbah kecuali pengantar-pengantar kepadanya, seperti tobat, sabar, dan zuhud.

Walau istilah `isyq tidak terdapat dalam Alquran, namun para sufi memandang perkataan itu tak bertentangan artinya dengan mahabbah. Menurut Rumi, `isyq ialah mahabbah dalam peringkat yang lebih tinggi dan membakar kerinduan seseorang sehingga bersedia menempuh perjalanan jauh menemui Kekasihnya.

sumber : http://koran.republika.co.id/koran/25/137683/Cinta_Sebagai_Fondasi_Ibadah

Bentuk Otak Manusia Ternyata Seperti Orang Sujud

Apakah sobat telah mengetahui bahwa bentuk otak kita hampir sama dengan bentuk orang yang sedang sujud jika dilihat dari samping?

http://faktabukanopini.blogspot.com/
Coba sobat bandingkan dengan gambar yang ada dibawah ini, gambar ini bukan kebetulan atau rekayasa melainkan ciptaan ALLAH yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga terbentuk seperti ini.

http://faktabukanopini.blogspot.com/
Itulah hebatnya ALLAH. Otak yang selama ini kita bangga-banggakan ternyata bersujud kepada ALLAH, lantas kenapa kita masih bisa menyombongkan diri dihadapan ALLAH seperti orang-orang atheis yang menolak keberadaan ALLAH. Simak ayat Al-Qur’an dibawah ini.

” Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?” [QS. Al-Hajj (22): 18].

 

sumber : http://faktabukanopini.blogspot.com

Kekuatan IMAN dan Pentingnya DO’A

Kekuatan Iman

Oleh : Ustaz Muhammad Arifin Ilham

Keimanan merupakan kekuatan yang mampu menyangga dan menyelamatkan hidup seorang hamba. Keimanan pulalah yang bisa mengantarkan seseorang berbenam kebaikan, perbaikan, dan kesuksesan. Kekuatan sebuah bangsa pun ternyata karena keimanan penduduknya.  

Jika dalam pandangan mata kepala atau mata pikiran, kita terlampau percaya bahwa kekuatan terdahsyat saat ini adalah persenjataan supercanggih bernama rudal dan nuklir, dalam pandangan mata hati, kekuatan terbesar itu tidak lain adalah kekuatan iman. Yakni beriman kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya iman.

Rudal dan bom nuklir boleh jadi menjadi ukuran kekuatan sebuah negara. Negara dengan kepemilikan keduanya akan menjadi negara yang disegani. Namun sekali lagi, hakikat kekuatan bukan nuklir, melainkan keimanan. Karena keimanan adalah kekuatan yang didukung oleh Yang Mahakuat, Allah SWT.

Israel memiliki senjata nuklir. Namun, negara Yahudi itu tidak mampu menghadapi kekuatan iman para pejuang Palestina. Israel kesulitan mencari cara menghadapi aksi-aksi bom syahid (‘amaliyah istisyhadiyah). Alhasil, senjata nuklir menjadi tidak ada artinya di hadapan kekuatan iman kaum Muslim Palestina.

Dengan kekuatan iman, umat Islam Indonesia mampu mengusir tentara penjajah Belanda. Pekikan takbir yang digemakan Bung Tomo tahun 1945, mampu menangkis serangan besar-besaran penjajah Belanda. Terbuktilah sudah bahwa kekuatan iman menghadirkan pertolongan Allah SWT yang tidak mampu dicegah oleh siapa pun dan oleh kekuatan apa pun.

Maka itu, perkuat persenjataan iman kita, di antaranya dengan sering hadir di majelis-majelis taklim dan zikir, mentadaburi Alquran, qiyamul lail, menjaga shalat berjamaah, dan jalinlah silaturahim serta ukhuwah.

Yakinlah, kekuatan iman mendorong seseorang mampu membaca situasi dengan benar. Kekuatan iman membuat pemiliknya mampu membaca tipu-daya musuh-musuh Allah terhadap umat Islam. Kekuatan iman pula yang menjadikan sesesorang tidak takut kepada siapa pun dan apa pun selain Allah SWT.

Kekuatan iman akan mendorong sesorang menjadi tabah, ikhlas, dan sabar dalam menghadapi musibah. Nabi Ayub dengan sakit “aneh” yang luar biasa, kekayaan yang ludes, istri yang meninggalkannya serta anak-anak yang diwafatkan, belum penghinaan dan pencibiran umat, tetap sabar karena kekuatan iman di hatinya. Bilal bin Abi Rabbah dengan lisan “Ahad!”, dihimpit batu besar yang panas di tengah teriknya matahari, akhirnya menuai kebebasan dan kemuliaan; karena kekuatan iman yang bersemayam kuat di hatinya.

Sekali lagi, kekuatan iman akan membangkitkan selera taat, mengobarkan semangat jihad, sekaligus tetap bersyukur saat dipenuhi nikmat, terjaga tangannya untuk terus berinfak, dan istikamah berbuat sesuatu untuk syiar dan tegaknya kalimat tauhid.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (kalimat tauhid) seperti pohon yang baik, akarnya kuat, dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabb-nya…” (QS Ibrahim [14]: 24-25). Wallahu a’lam.

Pentingnya Do’a

Oleh : Ali Rif’an

Secara fitrah, dalam setiap diri individu manusia, pasti tertanam rasa ingin menjadi yang lebih baik dan sempurna. Oleh karena itu, Allah SWT senantiasa menyediakan beragam jalan bagi hamba-Nya agar mereka mau berusaha dan semakin dekat kepada-Nya.

Islam secara tegas mengajarkan bahwa segala hasil yang diraih oleh manusia adalah sesuai dengan usaha dan jerih payahnya. Manusia yang selalu berusaha (bekerja) dengan sungguh-sunguh karena Allah SWT pasti akan menuai hasil usahanya itu. “Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, kamu pasti akan menemuinya,” (QS al-Insyiqaq [84]: 6).

Doa menjadi bagian penting dalam setiap usaha manusia. Berdoa berarti mengetahui bahwa Allahlah yang menentukan segala usahanya. Doa bisa diartikan sebagai satu permohonan dan pujian dalam bentuk ucapan dari hamba yang rendah kedudukannya pada Rabb Yang Mahatinggi. Orang yang tidak mau berdoa kepada Allah bisa dikatakan orang yang takabur (sombong) karena tidak menempatkan Allah sebagai penentu segalanya (QS al-Mu’min [40]: 60). Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT sangat murka kepada orang yang tidak mau berdoa kepada-Nya,” (HR Ibnu Majah).

Sejatinya, tujuan berdoa adalah meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT sekaligus untuk memperbaiki diri. Ibn Atha’illah dalam kitabnya Al-Hikam menjelaskan, “Bagaimana engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa, padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu? Kita banyak meminta dan berharap pada Allah, tetapi sibuknya meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri. Padahal, kalau kita meminta (doa) sembari berusaha untuk mengubah diri (ikhtiar), Allah akan memberikan apa yang kita minta karena doa itu hakikatnya adalah pengiring agar kita bisa mengubah diri kita.”

Manfaat doa begitu besar dalam kehidupan manusia. Dengan doa, kedamaian dapat diraih, semangat hidup dapat ditingkatkan, dan emosi dapat dikendalikan. Dengan doa, ada harapan yang terbentang. Doa juga menjadi penyejuk pada saat menghadapi musibah. Doa adalah tempat kembalinya manusia setelah seharian melakukan usaha (ikhtiar).

Walaupun tak terlihat hasilnya, doa harus terus dipanjatkan karena di balik doa tersimpan rahasia Allah yang amat mengagumkan. Ada cerita menarik di zaman Nabi SAW. Suatu hari, seorang ibu ditanya anaknya yang sedang sakit, “Mengapa doa ibu tidak dikabulkan?” Sang ibu kemudian menjawab, “Barangkali Allah ingin memberi pahala lebih banyak kepadamu karena orang yang sedang dicoba Allah dengan penyakit berat, ia bersabar dan berdoa kepada Allah, akan diberinya pahala, atau dosamu diampuni-Nya. Bacalah doa yang masih kau hafal, ayat singkat, atau mohon dengan bahasamu sendiri.”

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,” (QS Al-Baqarah 186). Wallahu a’lam.

sumber : http://koran.republika.co.id

Awan Tag